Tampilkan postingan dengan label Budidaya Ikan Sepat Mutiara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Ikan Sepat Mutiara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Februari 2013

Budidaya Ikan Sepat Mutiara ( Trichogaster leeri )

Sepat mutiara (Tichogaster leeri) dengan nama dagang Pearl Gouramy atau Mosaic Gouramy berasal dari Sumatera, Kalimantan, Malaysia, dan Thailand. Ikan yang bersifat omnivora ini hidup pada suhu optimal 26-28° C; pH 6,5-7,0; dan kekerasan 6-8° dH.

Panjang tubuh ikan ini dapat mencapai 12 cm. Warnanya biru muda dengan violet terang. Seluruh tubuhnya dipenuhi totol-totol putih scperti mutiara dengan poly mosaik. Pada saat birahi, warna bagian perut jantan menjadi orange.

Sepat mutiara (Trichogaster leeri) adalah sejenis ikan hias air tawar anggota suku gurami (Osphronemidae). Dalam bahasa Inggris disebut Pearl gourami, Mosaic gourami atau Lace gourami merujuk pada pola warna berbintik-bintik indah dengan garis hitam di sisi tubuhnya.

Pemerian

Ikan yang bertubuh pipih dan bermoncong runcing sempit, panjang keseluruhan beserta ekor hingga 120mm. Berwarna abu-abu atau kebiruan dengan pola butir-butir berwarna kehijauan atau keperakan serupa mutiara banyak sekali. Sebuah pita berwarna gelap berjalan pada tengah sisi tubuh, mulai dari ujung moncong melewati mata dan berakhir dengan sebuah bintik pada pangkal ekor. Hewan jantan lebih berwarna-warni, dengan tenggorokan dan sirip dubur bagian depan berwarna kemerahan.

Rumus sirip dorsal, V-VII (jari-jari keras atau duri) dan 8–10 (jari-jari lunak); dan sirip anal XII-XIV, 25–30. Gurat sisi 30–37 buah. Panjang standar (tanpa ekor) kira-kira 2,4 kali tinggi badan. Sepasang jari-jari terdepan pada sirip perut berubah menjadi alat peraba yang menyerupai cambuk atau pecut, yang memanjang hingga ke ekornya, dilengkapi oleh sepasang duri dan 2-3 jumbai pendek.


Agihan dan habitat
Sepat mutiara menyebar mulai dari Thailand, Malaysia, Sumatra, hingga Kalimantan. Ikan ini merupakan penghuni rawa-rawa dataran rendah yang berair sedikit asam. Ikan ini biasanya senang berada dekat permukaan hingga setengah kedalaman air.

Pemeliharaan di akuarium

Ukuran dan kondisi
Untuk memelihara sepasang sepat mutiara sebaiknya digunakan kolam atau akuarium berukuran sekurang-kurangnya 60 liter; lebih besar ukurannya akan lebih baik, karena ikan ini akan menunjukkan gejala stres apabila merasa terbatasi ruangannya. Suhu air sebaiknya berkisar antara 22–28 °C (72–82°F). Permukaan airnya hendaknya berhubungan langsung dengan udara terbuka, agar organ labirin ikan ini dapat berfungsi dengan baik. Kelengkapan akuarium yang diperlukan di antaranya adalah substrat dan ornamen yang sesuai, tetumbuhan air, filter air, pencahayaan, serta perawatan.

Sepat mutiara adalah ikan yang cinta damai. Ikan ini dapat hidup bercampur dengan jenis-jenis ikan lainnya, namun sebaiknya jangan digabungkan dengan ikan-ikan yang bersifat agresif atau terlalu aktif. Juga perlu dijaga agar akuarium tidak terlalu penuh agar sepat mutiara tidak gelisah. Tandanya, sepat jantan dapat tiba-tiba saja menyerang atau menggertak ikan lain yang terasa mengganggunya.

Pakan
Sepat mutiara adalah hewan omnivora, pemakan segala. Di akuarium, ikan ini dapat diberi pakan kering seperti pelet atau cacing tubifex kering. Sesekali, juga dapat diberikan pakan hidup seperti udang renik.

Pemijahan

Cara pemijahan dan pemeliharaan ikan ini hampir sama dengan Dwarf Gouramy. Perbedaannya hanya pada kedua induknya yang sangat sctia merawat telurnya. Oleh karena itu, pemisahan induk jantan dan betina dengan anaknya dapat dilakukan setelah larva bisa berenang atau sekitar umur satu minggu. Ukuran jual sekitar 4 cm atau sudah berumur 3,5 bulan.

Untuk tempat memijah, akuarium perlu dilengkapi dengan tanaman air yang mengapung. Di sini ikan jantan akan membuat sarang busa atau sarang gelembung dari air ludahnya, sebagai tempat memijah dan menyimpan telur hingga menetas nanti. Percumbuan dan pemijahan akan berlangsung di sarang ini, dan sesudah telur dikeluarkan dan dibuahi, sepat betina akan diusir keluar oleh si jantan. Sebagaimana jenis-jenis sepat lainnya, jantan sepat mutiara akan menjagai telur-telur ini hingga menetas.

Sekali memijah biasanya betina akan mengeluarkan 150–200 butir telur. Telur ikan akan menetas setelah 24 jam kemudian. Beberapa hari berikutnya burayak (anak-anak ikan) mulai aktif berenang. Pada saat itu hendaknya ikan jantan dipisahkan dari anak-anaknya, agar burayak-burayak itu tidak dimakannya. Anak-anak ikan mula-mula dapat diberi pakan udang renik, dan minggu-minggu berikutnya dapat diberi pakan kering yang dihaluskan.

Sumber : http://kolampancingcs.blogspot.com/2012/02/sepat-mutiara-trichogaster-leeri.html

4F" type="text/javascript">!-- End: http:// / -->

Senin, 28 Januari 2013

Ikan Sepat Mutiara dan Pemeliharaannya

Sejalan dengan pergeseran pola konsumsi ikan, dari pemenuhan kebutuhan pangan kearah pemuasan rohani, dunia perdagangan ikan hias pun mulai mendapat perhatian yang serius dari masyarakat. Melalui jenis, warna, ukuran dan bentuk tubuhnya, ikan hias memegang peranan penting untuk menambah kesegaran, keindahan dan kesejukan lingkungan sekaligus dapat menghilangkan rasa jenuh dan ketegangan, sehingga baik untuk kesehatan.

Salah satu jenis ikan hias yang memiliki warna cukup indah adalah ikan Sepat Mutiara (Trichogaster leeri) yang dikenal dengan sebutan ikan Sepat. Ikan sepat mutiara merupakan ikan hias air tawar yang masih mempunyai hubungan keluarga dengan ikan sepat Siam yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Perbedaannya yaitu ikan sepat mutiara memiliki warna yang lebih indah sehingga orang merasa sayang untuk mengkonsumsinya Jadi ikan tersebut hanya untuk dinikmati keindahan warna dan geraknya.

Ciri - ciri ikan sepat mutiara yaitu mempunyai badan yang memanjang dengan potongan pipih kesamping. Mulutnya kecil dengan moncongnya runcing. Sirip anal sangat panjang seperti benang, sirip sebelah belakang menonjol keluar. Warna dasarnya sawo matang, sisi badannya kelabu kadang - kadang biru kehijauan menghias tubuhnya. Dengan panjang dapat mencapai 12 cm. Hal yang paling khas dari ikan sepat mutiara adalah keindahannya yang menyerupai manik - manik mutiara yang terpencar dari pola warnanya yang memikat. Hal ini yang menyebabkan ikan ini disebut ikan sepat mutiara.

Cara pemeliharaan ikan sepat mutiara tidak terlalu sulit, cukup dengan menjaga air pemeliharaan agar tidak tercemar dan kelarutan oksigen tetap terjamin serta makanan yang tetap tersedia. Untuk menjamin kelarutan oksigen didalam wadah pemeliharaan sebaiknya menggunakan aerator. Kelarutan oksigen yang ideal untuk ikan sepat mutiara tidak kurang dari 2,6 ppm. Suhu air berkisar 24 - 28 derajat Celcius dan derajat keasaman (pH) 6,5 - 8.

Jenis makanan untuk ikan sepat mutiara dapat berupa makanan alami (makanan yang diperoleh dari hasil penangkapan di alam atau pemeliharaan) atau makanan buatan. Makanan alami dapat berupa jentik nyamuk, kutu air atau cacing sutera (tubifex), sedangkan makanan buatan dapat diperoleh di toko - toko makanan ikan hias. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa pemberian makanan yang tepat, baik jumlah maupun jenis berpengaruh terhadap pertumbuhan dan keindahan warna ikan sepat mutiara. Sebagai contoh, pemberian jentik nyamuk memberi pertumbuhan lebih baik terhadap ikan sepat mutiara dibanding pemberian makanan dengan kutu air atau cacing sutera (tubifex). namun tidak berarti bahwa ikan sepat mutiara harus selalu diberi jentik nyamuk. Sebab pemberian satu jenis makanan terus - menerus akan mengakibatkan rasa bosan bagi ikan, selain itu dapat mengakibatkan kekurangan zat - zat makanan untuk kebutuhan ikan, bila zat - zat makanan tersebut tidak terdapat dalam jentik nyamuk. Selanjutnya dari hasil penelitian diketahui pula bahwa pemberian makanan yang bervariasi, mengakibatkan warna ikam akan menjadi lebih indah dan pertumbuhannya lebih baik. Hal ini disebabkan karena pemberian makanan yang bermacam - macam dapat melengkapi kebutuhan zat - zat makanan yang dibutuhkan oleh ikan sepat mutiara.

Keindahan warna ikan sepat mutiara dapat pula ditentukan oleh kondisi air pemeliharaan. Pergantian air yang teratur akan berdampak positif terhadap warna dan kesehatan ikan. Untuk pemeliharaan di dalam akuarium pergantian air sebaiknya dilakukan sekali seminggu sebanyak 20% dari volume akuarium, sedangkan untuk pemeliharaan di kolam - kolam ikan, pergantian air dilakukan sekali dalam dua minggu sebanyak 20% dari volume kolam ikan.

Warna yang pudar dan gerakan yang lamban merupakan ciri - ciri bahwa ikan sepat mutiara terkena penyakit. Tindakan awal yang harus dilakukan yaitu memisahkan ikan yang kurang sehat tersebut dari ikan sepat mutiara lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penyebaran penyakit yang dapat berjangkit pada ikan - ikan lainnya.

Dengan pergantian air yang teratur dan pemberian makanan dalam jenis dan jumlah yang tepat serta pemberian oksigen yang terus - menerus dari aerator, akan diperoleh ikan sepat mutiara yang indah, lincah dan sehat.

Sumber : http://nirwanaaquarium.blogspot.com/2011/05/ikan-sepat-mutiara-dan-pemeliharaannya.html ;!-- End: http:// / -->